loader
img

10
Jun

Mahasiswa DIII Keperawatan Stikes Hangtuah Surabaya Melakukan Penyuluhan Kesehatan Demam Berdarah Dengue (DBD)

Surabaya - Kata DBD sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari, Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit demam serius yang ditularkan oleh nyamuk betina Aedes aegypti yang menyerang sistem peredaran darah manusia. Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi salah satu penyakit yang sering muncul dimusim hujan

Tanda dan Gejala :

1. Demam tinggi selama 2-7 hari dan biasanya hari ke 3-4 demam turun.

2. Badan lemah dan lesu.

3. Nyeri kepala, nyeri sendi dan otot, mual, muntah, dan nyeri ulu hati.

4. Gejala perdarahan seperti bercak merah di kulit, mimisan, muntah darah, dll.

5. Syok/ renjatan yang ditandai dengan nadi lemah dan cepat disertai dengan tekanan darah menurun, kulit teraba dingin dan lembab.

Untuk itu tim PKRS Rumkitalmar Ewa Pangalila dan Mahasiswa DIII Keperawatan Stikes Hangtuah mengadakan kegiatan penyuluhan kesehatan tentang DBD di ruangan Flamboyan pada hari Senin (10/06/2024). Kegiatan ini diikuti oleh keluarga pasien dan terlaksana dengan antusias peserta cukup baik.

Setelah mengikuti kegiatan ini para mahasiswa diharapkan menjadi mampu meningkatkan kesadaran keluarga pasien untuk mencegah penularan penyakit DBD melalui 3M.

Adapun 3M yang dimaksud seperti Menguras (membersihkan tempat atau wadah penampungan air, seperti ember, bak mandi, dan tempat air minum, Menutup (tidak membiarkan terbuka tempat-tempat penampungan air, seperti kendi, toren air, dan drum), Memanfaatkan kembali (menggunakan kembali barang-barang yang berpotensi menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk).

Sedangkan ‘Plus’ pada gerakan 3M Plus adalah:
·       Menaburkan bubuk larvasida di tempat penampungan air yang tidak mudah untuk dibersihkan.
·       Menggunakan obat nyamuk untuk pencegahan gigitan atau penularan dari Aedes aegypti.
·       Menggunakan kelambu di kamar atau tempat tidur.
·       Menanam tanaman pengusir nyamuk seperti lavender dan geranium.
·       Memelihara ikan yang dapat memangsa jentik nyamuk.
·       Mengubah kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang dapat menjadi tempat berkembangbiak nyamuk.
·       Mengatur ventilasi dan cahaya dalam rumah.

Dengan media leaflet dan poster, kelompok berhasil memberikan materi dengan baik. Beberapa keluarga pasien turut menunjukkan interaksi dengan bertanya terkait materi yang sudah disajikan. Kelompok juga menjawab dengan baik, dan terdapat penambahan materi oleh PNS Ike Malini selaku pembimbing klinik. Diharapkan dengan materi yang diberikan dapat berdampak positif terhadap responden untuk menerapkan materi kepada anggota keluarga pasien.(HUMAS RSEP)