Rumkitalmar Ewa Pangalila Terus Melakukan Peningkatan Inovasi pelayanan USG sebagai pemeriksaan Penunjang Klinik.
Surabaya, Rabu (20/03/2024). Apa Itu USG? Banyak orang tidak tahu fungsi dan digunakan saat kapan. USG atau ultrasonografi adalah metode diagnostik non-invasif dengan menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi. Tujuannya untuk menciptakan gambar dari struktur internal tubuh manusia. Proses USG melibatkan penggunaan alat yang disebut “transducer”. Alat ini menghasilkan gelombang suara ultrasonik. Gelombang suara ini diterapkan ke area tubuh yang ingin diperiksa. Ketika gelombang suara mencapai batas antara jaringan dalam tubuh, sebagian gelombang tersebut dipantulkan kembali ke transduser. Data pantulan ini kemudian diubah menjadi gambar oleh komputer. Karena pantulan itu, dokter dapat melihat struktur internal tubuh dengan detail pada layar monitor. Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat mengetahui gangguan pada organ internal tubuh manusia.
Jenis-Jenis USG
Ada benerapa jenis pemeriksaan USG. Masing-masing memiliki prosedur yang berbeda dengan area cakupan yang juga berbeda. Salah satunya USG Eksternal dan Ini penjelasanya:
USG Eksternal
Pemindaian ultrasonografi eksternal paling sering digunakan untuk memeriksa jantung atau bayi yang belum lahir di dalam rahim. Prosedur juga dapat memeriksa hati, ginjal dan organ lain di perut dan panggul. Selain itu juga organ atau jaringan lain yang dapat dinilai melalui kulit, seperti otot dan persendian. Jenis USG ini biasanya dokter lakukan pada ibu hamil. Lantas, kapan bayi mulai terlihat di USG? Jawabannya, sejak trimester pertama kehamilan.
Prosedur ini berguna untuk melihat gambaran yang lebih detail tentang organ dalam tubuh. Misalnya, lambung, usus, kantung empedu, atau pankreas, dengan bantuan gelombang suara berfrekuensi tinggi.
Indikasi USG
Pemeriksaan USG untuk apa saja? Terdapat beberapa kondisi sebagai indikasi USG. Ini di antaranya:
1. USG Kehamilan
USG selama masa kehamilan bertujuan untuk: Konfirmasi kehamilan. USG dapat mengonfirmasi kehamilan dan menentukan usia kehamilan yang akurat.
Pemeriksaan awal kehamilan. Cara ini dapat membantu mendeteksi masalah seperti kehamilan ektopik atau risiko keguguran.
Pemeriksaan pertumbuhan janin. USG dapat memantau pertumbuhan dan perkembangan janin selama kehamilan. Ini membantu memastikan bahwa janin tumbuh dengan baik.
Deteksi kelainan struktural. Metodenya dapat membantu mendeteksi kelainan struktural pada janin. Misalnya, masalah jantung atau gangguan kromosom.
Penentuan jenis kelamin janin. Ultrasonografi umumnya digunakan untuk mengetahui jenis kelamin janin.
Pemeriksaan plasenta. USG digunakan untuk memeriksa lokasi dan kesehatan plasenta. Hal ini dapat berpengaruh pada perkembangan kehamilan.
Pemantauan amnion. Pemeriksaan ultrasonografi dapat membantu memeriksa cairan amnion di sekitar janin. Cairan ini penting untuk kelangsungan janin dalam kandungan.
Mengetahui letak janin. Ultrasonografi dapat menentukan letak janin. Hal ini berguna bagi ibu yang ingin melakukan persalinan normal.
Pemantauan kehamilan ganda. Untuk kehamilan ganda, ultrasonografi dapat memantau pertumbuhan dan posisi masing-masing bayi.
Evaluasi komplikasi kehamilan. Pemeriksaan bisa mendeteksi masalah, seperti plasenta previa, pertumbuhan terhambat, atau kelebihan cairan ketuban.
2. USG Diagnostik
Indikasi jenis USG ini adalah untuk mendeteksi penyakit tertentu, misalnya: Ultrasonografi perut. Pemeriksaan terjadi di area bagian tengah (perut) guna mendiagnosis penyebab sakit perut. Ultrasonografi ginjal (ginjal). Ini dilakukan untuk melihat ukuran, lokasi, dan bentuk ginjal, serta struktur terkait seperti ureter dan kandung kemih. Ultrasonografi payudara. Prosedur berguna untuk membantu mengidentifikasi benjolan dan kista pada organ payudara. Ultrasonografi doppler. Cara ini dapat mengukur dan memvisualisasikan aliran darah dalam pembuluh darah dan jaringan tubuh.
Ultrasonografi panggul. Langkah ini bermanfaat untuk memantau kesehatan organ kandung kemih, prostat, rektum, ovarium, rahim, dan vagina. Ultrasonografi transvaginal. Metodenya mampu mengetahui gangguan pada jaringan reproduksi seperti rahim atau ovarium. Ultrasonografi tiroid. Prosedur ini mampu melihat dan mengukur ukuran tiroid. Hasilnya dapat mendeteksi adanya nodul atau lesi di dalam kelenjar. Ultrasonografi transrectal. Caranya, dokter akan memasukkan transduser ke dalam rektum guna melihat kondisi prostat.
Persiapan Sebelum USG.
Ada beberapa persiapan yang perlu kamu lakukan sebelum menjalani pemeriksaan ultrasonografi, di antaranya: Beritahu dokter tentang kondisi kesehatan, obat-obatan yang sedang kamu konsumsi, dan riwayat alergi.
Untuk ultrasonografi perut atau panggul, kamu perlu berpuasa selama 6-8 jam sebelum pemeriksaan.
Jika menjalani USG panggul, kamu perlu minum banyak air sebelum pemeriksaan dan jangan buang air kecil.
Kenakan pakaian yang longgar dan mudah dilepas, terutama jika kamu menjalani pemeriksaan untuk organ panggul atau kandung kemih.
Untuk beberapa jenis USG tertentu, kamu mungkin diberi instruksi khusus. Misalnya, jangan merokok atau makan makanan yang menghasilkan gas.
Beritahu dokter jika memiliki alergi terhadap obat-obatan.
Beritahu dokter jika sedang hamil, karena beberapa jenis ultrasonografi tidak aman kamu lakukan selama kehamilan.
Prosedur Ultrasonografi
Dokter akan mengoleskan pelumas atau gel di area kulit yang akan diperiksa. Tujuannya agar probe dapat bergerak dengan licin dan lancar di permukaan kulit.
Dokter akan mengambil sebuah probe kecil, kemudian menempelkannya di permukaan kulit.
Dokter akan memindah-mindahkan alat ini untuk menghasilkan gambar pada monitor.
Jika melakukan pemindaian pada rahim, panggul, dan kandung kemih, kamu mungkin akan merasa sedikit tidak nyaman. Setelah selesai, kamu perlu mengosongkan kandung kemih dengan buang air kecil.
Kapan Harus Melakukannya?
USG dilakukan atas rekomendasi dokter. Pemeriksaan ini bukan hanya digunakan untuk memeriksa kondisi terkait kehamilan, tapi juga gangguan kesehatan lainnya.
USG juga dapat digunakan sebagai alat diagnosis penyakit hingga alat bantu saat proses pembedahan tertentu. Pengambilan sampel jaringan (biopsi) atau kondisi lain yang telah disebutkan di atas.
Teknologi yang digunakan terbilang aman karena tidak memancarkan radiasi. USG juga tidak memiliki efek samping atau komplikasi serius jangka panjang.
Dalam kasus yang jarang terjadi, ini menyebabkan sensasi panas sementara di lokasi saat pemeriksaan dilakukan. Sensasi panas akan hilang dengan sendirinya setelah prosedur selesai.